Data Breaches and Identity Theft: A Case Study of U.S. Retailers and Banking

Arika Artiningsih

Abstract


Abstrak
Pencurian identitas telah ada dan berlangsung cukup lama, sampai pada keberadaan internet yang makin meningkatkan jumlah dan fenomena kasusnya di seluruh dunia. Fenomena ini membutuhkan penanganan yang lebih baik dari segi system pengamanan data, teknik investigasi, produk hokum dan kolaborasi di level internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis secara mendalam kasus-kasus pembobolan database perusahaan secara online yang mengakibatkan terjadinya pencurian identitasdari para pelanggan. Mempertimbangkan cakupannya, penelitian ini membahas kasus pencurian identitas yang dicatatkan oleh dunia sebagai kasus dengan kerugian yang paling signifikan pada organisasi bisnis di Amerika Serikat, yaitu: Target, JP Morgan, Home Depot, dan Sally Beauty. Akan tetapi, mengingat sifat kasusnya yang melintasi batas-batas negara, maka penelitian ini melakukan analisis untuk membandingkan produk-produk hokum dalam mengatasi pencurian identitas online di beberapa Negara Eropa, Australia, dan ASEAN. Analisis Segitiga fraud digunakan untuk membongkar kasus-kasus pencurian identitas online dengan menyajikan jumlah korban dankerugian yang dideritasekaligusdampaktindakankejahataninikepada para pemangku kepentingan seperti investor, kreditor, bank, credit union, perusahaan, dan yang paling penting dampak terhadap pelanggan. Upaya penanganan hokum atas tindak kejahatan ini menarik untuk didiskusikan karena sifatnya yang melewati batas antarnegara. Pada gilirannya, tulisan ini memaparkan pentingnya pencegahan dan upaya bersama menangani tindak kejahatan inipada level organisasi, nasional maupun internasional.

Keywords


Kejahatan Online, PencurianIdentitas, Pembobolan Data, Peretas, SegitigaFraud

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.