Mendesain Ulang Logo Dodol Betawi “Ibu Maemunah” Sebagai Upaya Mempertahankan Ikon Kekayaan Warisan Kuliner Masyarakat Betawi

Abstract

resepnya diwariskan secara turun temurun. Dodol Betawi bermerk “Ibu Maemunah†yang berlokasi di daerah Jakarta Timur adalah salah satunya. Sebagai salah satu ikon kekayaan warisan kuliner, maka keberadaan dodol betawi perlu dilestarikan dan lebih dikenal oleh masyarakat lebih luas terutama anak muda. Dodol Betawi “Ibu Maemunah†memiliki  beberapa permasalahan yaitu tidak memiliki logo/identitas visual uang kuat, dan tidak memiliki desain kemasan yang menarik, agar bisa membantu menarik calon konsumen pangsa lebih muda bersegmentasi  B-A. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimulai dengan menelusuri di fakta di lapangan perihal keberadaaan produsen dodol Betawi “Ibu Maemunahâ€, selanjutnya menentukan dan memetakan aspek permasalahan yang terjadi pada produsen. Fakta lapangan akan  dianalisisi dan dipecahkan dengan metode keilmuan desain, Maka salah satu solusi yang ditawarkan adalah untuk membuat redesain logo disertai kemasan dodol Betawi “Ibu Maemunahâ€. Dengan memecahkan permasalahan tersebut diharapkan Dodol Betawi “Ibu Maemunah†bisa lebih dikenal lebih luas, dengan melebarkan pemasaran ke kalangan muda, sehingga penganan tradisional Betawi bisa lestari.
Published
Jul 19, 2019
How to Cite
. Mendesain Ulang Logo Dodol Betawi “Ibu Maemunah†Sebagai Upaya Mempertahankan Ikon Kekayaan Warisan Kuliner Masyarakat Betawi. Jurnal Universitas Paramadina, [S.l.], v. 14, p. 1576-1596, july 2019. ISSN 2356-1051. Available at: <http://journal.paramadina.ac.id/index.php/upm/article/view/299>. Date accessed: 25 oct. 2020.
Section
Articles

Keywords

Dodol Betawi, logo, kemasan