LOVE LANGUAGES DALAM HUBUNGAN PERSAHABATAN REMAJA

Authors

  • Kurniawaty Yusuf
  • Iqlima
  • Britney Atalya Eureeka Hersjee

DOI:

https://doi.org/10.51353/kvg.v3i1.610

Abstract

Sahabat merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan seorang remaja. Remaja bersama sahabatnya lebih berani mengekspresikan ide, pikiran, pendapat, perasaan dan perilakunya, yang memudahkannya terlibat dalam proses sosialisasi. Remaja berproses membangun hubungan persahabatan menjadi lebih akrab dan kompak satu sama lain. Dr. Gary Chapman membahas mengenai The Five Love Languages, yang menjelaskan bahwa bahasa cinta adalah perilaku yang membuat seseorang merasa dicintai. Hal ini menginspirasi peneliti untuk meneliti love languages pada hubungan persahabatan remaja menggunakan konsep word of affirmation, quality time, receiving gifts, acts of service, dan physical touch. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dimana pengumpulan data menggunakan teknik wawancara kepada enam pasang remaja sahabat, memiliki usia remaja 17 hingga 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan seluruh pasang sahabat remaja tersebut, mengimplementasikan 5 love languages, sesuai kapasitas. Karena setiap pasangan menggunakan konsep love languages dengan cara yang berbeda-beda. Kesimpulannya, love languages pada persahabatan remaja didominasi oleh quality time, receiving gifts, dan acts of service. Sementara word of affirmation kurang maksimal dilakukan, bahkan terdapat remaja yang menghindari  physical touch. Diharapkan ke depan, penerapan love languages semakin baik. Setiap pasangan memaksimalkan kemampuan komunikasi sebagai salah satu konsep yang ikut berperan dalam mengimplementasikan 5 love languages. Kata Kunci: hubungan, persahabatan, remaja, love language

Downloads

Published

2022-04-06