Strategi City Branding Dalam Gastrodiplomasi: Kolaborasi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Lokal dalam Mempromosikan Arak Bali ke Pasar Internasional
DOI:
https://doi.org/10.51353/jdfp.v1i1.1046Keywords:
gastrodiplomasi, city branding, Arak Bali, identitas budaya, diplomasi publikAbstract
Penelitian ini menganalisis potensi Arak Bali sebagai alat gastrodiplomasi dan city branding Indonesia untuk memperkuat identitas budaya Bali di kancah internasional. Berfokus pada kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemangku kepentingan lokal, penelitian ini mengeksplorasi strategi-strategi yang diterapkan untuk menjadikan Arak Bali sebagaiproduk berkualitas tinggi yang berlisensi. Berdasarkan tinjauan literatur dan wawancara dengan pengusaha, koperasi, serta pemangku kepentingan di Jakarta, hasil penelitian menunjukkan bahwa standar produksi dan kemitraan multi-pihak berperan penting dalam memastikan legalitas dan daya saing Arak Bali, meskipun masih terdapat tantangan dalam pemerataanmanfaat bagi komunitas lokal. Selain itu, modernisasi produksi demi preferensi pasar internasional memunculkan risiko komodifikasi budaya, yang dapat mengaburkan nilai-nilai tradisional Arak Bali. Penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemenuhan standar kualitas internasional, untuk menciptakan dampakgastrodiplomasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali.Downloads
Published
2024-12-12
Issue
Section
Articles