Sengketa Perbatasan Wilayah Kashmir Dalam Perspektif Politik Identitas: Konflik Agama dan Nasionalisme di Asia Selatan

Penulis

  • Riyanti Prastika
  • Shesaria Nirmala
  • Tama Nurhaliza
  • Mohammad Riza Widyarsa

DOI:

https://doi.org/10.51353/k5sqyt26

Kata Kunci:

Kashmir, India, Pakistan, Sengketa, Muslim, Konflik

Abstrak

India memiliki beberapa wilayah negara bagian salah satu nya ialah wilayah Kashmir yang saat ini masih di persengketakan oleh beberapa negara seperti India, Pakistan dan Tiongkok. Sengketa perbatasan wilayah Kashmir sampai saat ini masih sangat rumit dan belum mendapatkan keputusan yang cukup memuaskan bagi negara-negara yang memperebutkan nya. Bermula di tahun 1947 dimana Inggris meninggalkan wilayah Kashmir kepada India dengan status yang tidak jelas, dipimpin oleh Maharaja Hindu dengan mayoritas penganut Mus-lim Terbanyak. Konflik ini sudah menjadi sengketa yang berkepan-jangan di Asia Selatan yang didasari oleh agama, nasionalisme, dan kepentingan geopolitik. Faktor-faktor tersebut yang menjadi landasan terjadinya Konflik India dan Pakistan hingga menyebabkan pepe-rangan di tahun 1947-1949 ketika Maharaja Kashmir memilih untuk bergabung dengan India, namun keputusan ini tidak diterima oleh Pa-kistan yang menganggap bahwa Kashmir seharusnya masuk sebagai wilayah Pakistan karena masyarakat Kashmir mayoritas beragama Is-lam, sedangkan India menegaskan bahwa Kashmir sebagai bagian dari wilayah negara bagiannya yang sah secara hukum.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-11