PERSEPSI MAHASISWA GEN Z TERHADAP PENGGUNAAN PLATFORM METAVERSE ATAS POLA KOMUNIKASI VIRTUAL
DOI:
https://doi.org/10.51353/9m8nqr71Keywords:
Gen Z, metaverse, Roblox, pola komunikasi virtual, mahasiswaAbstract
Di kalangan mahasiswa Gen Z, platform metaverse seperti Roblox tidak lagi dipandang sebatas gim, tetapi juga sebagai ruang untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Berangkat dari realitas tersebut, studi ini menganalisis bagaimana mahasiswa memersepsikan penggunaan Roblox dan bagaimana persepsi itu berkaitan dengan pola komunikasi virtual mereka. Sebanyak 59 mahasiswa mengisi kuesioner yang mengukur dua aspek utama: persepsi terhadap Roblox dan pola komunikasi virtual. Hasil analisis menunjukkan bahwa keduanya cenderung dinilai positif, dan semakin positif persepsi terhadap Roblox, semakin konstruktif pula pola komunikasi virtual yang terbentuk. Temuan lain memperlihatkan adanya perbedaan persepsi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, yang mengindikasikan peran faktor gender dalam memaknai pengalaman di ruang metaverse. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa Roblox berfungsi sebagai medium komunikasi sekaligus ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa Gen Z, serta membuka peluang pemanfaatan metaverse dalam konteks pendidikan tinggi dan pengembangan interaksi virtual yang lebih bermakna.References
Al-Adwan, A. S., & Al-Debei, M. M. (2023). The determinants of Gen Z’s metaverse adoption decisions
in higher education. Education and Information Technologies, 28(6), 7251–7274.
Bagas, P., & Sutabri, T. (2025). Analisis dampak metaverse sosial terhadap interaksi masyarakat di era
digital menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jurnal Sains Student Research, 3(2), 434–440.*
Elgammal, N. (2024). The impact of metaverse technologies on communication and marketing schools:
A systematic analysis. Journal of Propulsion Technology, 45(2), 6668–6684.*
Fox, J., & Weisberg, S. (2023). car: Companion to applied regression (Version 3.1-2) [R package].
https://cran.r-project.org/package=car
Han, J., Liu, G., & Gao, Y. (2023). Learners in the metaverse: A systematic review on the use of Roblox
in learning. Education Sciences, 13(3), 296.
Ipsos. (2022). The virtual frontier: Gen Z and the metaverse. Ipsos & Nokia.
Marini, D., & Salas, J. (2023). Metaverse virtual communication through Roblox games for teenagers.
International Journal of Progressive Sciences and Technologies, 33(2), 120–129.
R Core Team. (2024). R: A language and environment for statistical computing (Version 4.4) [Computer
software]. https://cran.r-project.org
Revelle, W. (2023). psych: Procedures for psychological, psychometric, and personality research
(Version 2.3.12) [R package]. https://cran.r-project.org/package=psych
Saputra, R. R., & Sutabri, T. (2024). Evaluasi teknologi metaverse Roblox menggunakan metode
Support Vector Machine. Jurnal Ilmiah Sain dan Teknologi, 2(5), 68–72.*
The jamovi project. (2024). jamovi (Version 2.6) [Computer software]. https://www.jamovi.org
Wijayanto, A., Ali, R., Muhyi, M., Dewi, C. A., & Syaifuddin, A. (Eds.). (2022). Digitalisasi era
metaverse. Akademia Pustaka.*
Wulandari, D., Faraasyah, M., Ramadhani, A., & Saraswati, K. A. (2025). Peran Roblox dalam
pembentukan identitas generasi muda: Studi kasus interaksi pengguna di platform game online. Jurnal Komunikasi dan Media, 13(1), 1–10.*
Zhao, Y., & Wang, X. (2022). How Gen Z engages in virtual worlds: Social interaction, identity, and
communication patterns in metaverse platforms. Computers in Human Behavior, 135, 107413.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdah Amalia, MHD Syah Maula Akbar, Firda Yunita Ahzara, Dainury Hudhan Fahmi, Muhamad Reza Alparizi, Okta Rosfiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak kepada jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution CC BY yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karyanya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.


