Regulasi Diri sebagai Prediktor Fear of Missing Out
DOI:
https://doi.org/10.51353/hfwyth49Kata Kunci:
Fear of Missing Out, Regulasi Diri, mahasiswi, media sosialAbstrak
Fear of Missing Out (FoMO) menjadi fenomena yang sering dialami mahasiswi menyebabkan individu mengakses media sosial secara adiktif karena takut tertinggal momen. Dampak dari fear of missing out adalah penurunan prestasi akademik, rendahnya kepuasan hidup hingga depresi. Dalam mengurangi terjadinya fear of missing out, mahasiswi perlu memiliki kemampuan regulasi diri yang baik agar dapat fokus di aktivitas perkuliahan dan tidak mengakses media sosial secara adiktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh regulasi diri terhadap fear of missing out pada mahasiswi pengguna media sosial. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh regulasi diri terhadap fear of missing out pada mahasiswi pengguna media sosial di Universitas Merdeka Malang. Populasi sebanyak 4010 mahasiswi pengguna media sosial dengan sampel 100 mahasiswi pengguna media sosial di Universitas Merdeka Malang, dan teknik pengambilan sampelnya berupa purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala fear of missing out dan skala regulasi diri. Diperoleh hasil uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan nilai signifikannya 0,018<0,05. Regulasi diri mempengaruhi fear of missing out sebesar 5%. Semakin tinggi tingkat regulasi diri maka semakin rendah tingkat fear of missing out dan sebaliknya. Temuan ini dapat diaplikasikan dalam pengembangan program pelatihan regulasi diri di perguruan tinggi guna mengurangi penggunaan media sosial berlebihan dan menurunkan tingkat fear of missing out pada mahasiswa.Referensi
Alt, D. (2015). College students’ academic motivation, media engagement and fear of missing out. Computers in Human Behavior, 49, 111–119. https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.02.057
Alt, D. (2016). Students’ Wellbeing, Fear of Missing out, and Sosial Media Engagement for Leisure in Higher Education Learning Environments. Current Psychology, 37(1), 128–138. https://doi.org/10.1007/s12144-016-9496-1
Aresti, N. G., Lukmantoro, T., & Ulfa, N. S. (2023). Pengaruh Tingkat Fear of Missing Out (FoMO) dan Tingkat Pengawasan Orang Tua terhadap Tingkat Kecanduan Penggunaan TikTok pada Remaja.
Aryati, L. R., & Halimah, L. (2021). Pengaruh FOMO (Fear of Missing Out) Terhadap Adiksi Media Sosial Instagram Pada Wanita Emerging Adulthood. Prosiding Psikologi, 7(2), 220–224. http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28284
Azwar, S. (2015). Meltodel Pelnellitian. Yogyakarta: Pustaka Bellajar
Baker, Z. G., Krieger, H., & LeRoy, A. S. (2016). Fear of missing out: Relationships with depression, mindfulness, and physical symptoms. Translational Issues in Psychological Science, 2(3), 275–282. https://doi.org/10.1037/tps0000075
Bestari, I, U & Widayat, I, W. (2018). Hubungan Antara Fear of Missing Out Dengan Intensitas Penggunaan Jejaringan Sosial Pada Mahasiswa Universitas Airlangga. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 7(7), 19–29. http://url.unair.ac.id/5e974d38 e-ISSN
Calista, A. B., & Anganthi, N. R. N., (2021). Regulasi Diri dengan Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram pada Remaja. Skripsi Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Christina, R., Yuniardi, M. S., & Prabowo, A. (2019). Hubungan Tingkat Neurotisme dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Remaja Pengguna Aktif Media Sosial. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 105–117. https://doi.org/10.23917/indigenous.v4i2.8024
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Salsa Zahra Parameita, Agustin Rahmawati, Risa Juliadilla

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Jurnal Ilmiah Psikologi