Program Intervensi Kognitif-Perilaku daam Menurunkan Kecemasan Sosial Di Lingkungan Akademik Pada Siswa Sekolah Menengah Atas
DOI:
https://doi.org/10.51353/inquiry.v13i01.288Kata Kunci:
intervensi kognitif-perilaku, kecemasan sosial, lingkungan akademik, SMAAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari intervensi kognitif-perilaku dalam menurunkan kecemasan sosial pada siswa SMA di lingkungan akademik. Intervensi ini disusun berdasarkan tiga level tujuan intervensi kognitif-perilaku yang dikemukakan oleh Stallard (2005). Penelitian ini menggunakan mixed method design, yaitu dengan menggabungkan data secara kualitatif dan kuantitatif untuk melihat sejauhmana kecemasan sosial subjek penelitian sebelum dan setelah pemberian intervensi kognitif-perilaku. Data kualitatif diperoleh dengan wawancara terhadap subjek, guru dan teman sekolah dengan berpedoman pada tiga subskala kecemasan sosial dari La Greca dan Lopez (1998). Data kuantitatif diperoleh dengan mengukur tingkat kecemasan subjek menggunakan alat ukur Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) yang telah diadaptasi oleh Oktarani (2014) ke dalam bahasa Indonesia. Dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa intervensi kognitif-perilaku ini efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial subjek di lingkungan akademik. The intervention program based on three levels of cognitive-behavioral intervention objectives defined by Stallard (2005). This research study uses mixed method design, by combining data qualitatively and quantitatively to see the extent of social anxiety of the research participant before and after the cognitive-behavioral intervention is given. The qualitative data were obtained by interviewing the participant, participant’s teachers, and participant’s schoolmates. The interviewing guide is based on three social anxiety subscales defined by La Greca and Lopez (1998). Therefore, the quantitative data were obtained by measuring the level of anxiety of the participant using the Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) that had been adapted by Oktarani (2014) to Bahasa Indonesia. The result showed that cognitive-behavioral intervention is effective in reducing the level of social anxiety of the participant in the academic environmentReferensi
Adelman, H., & Taylor, L. (2010). Mental health in Schools: Engaging Learners, Preventing Problem, and Improving Schools. Thousand Oaks, CA: Corwin Press
Amalia, R. (2015). Gambaran Kecemasan Sosial Berdasarkan Liebowitz Social Anxiety Scale Pada Remaja Awal di Jatinangor. Tesis. Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran. Bandung
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, DSM-V (5th Edition). Washington DC: American Psychiatric Publishing.
Antony, M. M., & Swinson, R. P (2000). Shyness and Social Anxiety Workbook. Canada. New Harbinger Publication, Inc.
Asrori, A. (2015). Terapi Kognitif Perilaku Untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan Sosial. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. Vol.03. No.1.
Barseli, M., & Ifdil, I. (2017). Konsep Stres Akademik siswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan. Vol 5. No. 3. 143-148
Bender, R. C. (1975). Educations as a Function of Effective Communication. The High School Journal. Vol. 58. No.7 307-311.
Fisher, P.H., Warner, C, M., & Klein R, G. (2004). Skill for Social and Academic Success: A School-Based Intervention for Social Anxiety Disorder in Adolescents. Clinical Child and Family Psychology. Vol 7. No.4. 241-9.
LaGreca, A. M & Lopez, N. (1998). Social Anxiety Among Adolescent: Linkages with Peers Relation and Friendship. Journal of Abnormal Child Psychology. Vol. 26. No. 02. 83-94.
LaGreca, A. M & Stone, W. L. (1993). Social Anxiety Scale for Children-Revised: Facto Structure and Concurent Validity. Journal of Clinical Child Psychology. Vol. 22. No. 1. 17-27
Muhammad, H. (2013). Pedoman Penelusuran Minat Peserta Didik. Jakarta: Kemendikbud, Dirjen Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
Nicolson, D., & Ayers, H. (2004). Adolescent Problem: A Practical Guide for Parents, Teacher and Counsellors 2nd edition. London: David Fulton.
Niekerk, R. E., Klein, A. M., Dam, E. A, Hudson, J. L., Rinck, M., Hutschmaekers, G. J. M., dan Becker, E. S. 2016. The Role of Cognitive Factor in Chilhood Social Anxiety: Threat Thoughts and Social Skills Perception. Cognitive Therapy. 489-497.
Oktarani, D. (2013). Menurunkan TingkaT Kecemasan Sosial Ada Remaja Melalui Program Interveni Individual dengan Pendekatan Kognitif-Perilaku. Tesis. Depok: Universitas Indonesia.
Schneier, F. R. (2003). Social Anxiety Disorder. BMJ. 515-516.
Stallard, P. (2005). Think Good-Feel Good. A Cognitive Behavior Therapy Workbook for Children and Young People. London: John Wiley & Son, Ltd.
Stanley, M.A., Diefenbach, G. J., & Hopko, D. R. (2004). Cognitive Behavioral Treatment for Older Adult with Generalized Anxiety Disorder. A Therapist Manual for Primary Care Setting. Behavioral Modification. Vol. 28. 73-117.
Widyaastuti (2018). Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Sosial Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma.
Wong, D.F.K., Kwok, S.Y.C.L., Low, Y.T., Man, K.W., & Ip, P.S.Y. (2016). Evaluating Effectiveness of Cognitive-Behavior Therapy for Hong Kong Adolescent with Anxiety Problem. Research on Social Work Practice. 1-10
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Aristya Puspita Adi Wardhani, Puji Lestari Suharso

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Jurnal Ilmiah Psikologi