KAJIAN KEBENARAN FILOSOFIS TEORI PSIKOLOGI HUMANISTIK MENURUT ROGERS

Penulis

  • Basirah Universitas Ahmad Dahlan
  • Sumaryati
  • Siti Urbayatun

DOI:

https://doi.org/10.51353/inquiry.v14i02.582

Kata Kunci:

Epistemologi, Humanistik, Rogers, Client centered-therapy

Abstrak

Psikologi Humanistik menurut Rogers memiliki pandangan yang positif terhadap manusia, menganggap manusia sebagai makhluk yang bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan memiliki kemampuan untuk memutuskan apa yang paling tepat bagi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian kebenaran filosofis teori Psikologi Humanistik Menurut Rogers. Pentingnya kajian ini adalah untuk mengetahui sumber, metode dan kebenaran dari Psikologi Humanistik Rogers. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan melakukan pencarian serta penelusuran  penelitian kepustakaan dengan cara membaca dan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai naskah publikasi lainya terkait topik dari penelitian. Berdasarkan hasil kajian didapatkan bahwa Psikologi Humanistik menurut Rogers kebenaran dapat diuji dengan teori kebenaran koherensi dan pragmatis. Didapatkan bahwa adanya konsistensi kefektivitasan penggunaan teknik client centered dan kebermanfaatan dari kajian ini dapat diarasakan oleh beberapa pihak seperti, para Psikolog, Guru, dan Peneliti itu sendiri. Psikologi Humanistik  lahir dikarenakan adanya perbedaan cara pandang dengan aliran psikoanalisis maupun behaviorisme yang mendudukan manusia sebagai korban dari masa lalu atau sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sedangakan humanistik beranggapan bahwa manusia  merupakan subyek atau actor yang aktif dan dinamis membangun dirinya menuju realisasi-diri. Metode intervensi psikologis pendekatan psikologi humanistik Rogers yang dikenal dengan Client centered-therapy. Teknik ini dibangun awalnya berdasarkan penelitian dan observasi langsung terhadap peristiwa-peristiwa nyata yang memandang manusia itu pada hakikatnya adalah baik. Terapi ini bertujuan untuk menciptakan  iklim  yang  kondusif  bagi usaha membantu individu untuk menjadi seorang pribadi yang berfungsi  penuh.

Referensi

Al-Hifni & Mun’im. A. (1999). Mausuah al-Falsafah wa al-Falasifah, Juz 1, Kairo; Maktabah Madbuli.

Azmila, S. N. (2019). Efektivitas pendekatan client centered tehrapy dalam layanan konseling kelompok untuk meningkatkan regulasi diri siswa di sekolah menengah atas negeri 1 mandah. Skripsi. Pekanbaru: UIN Sultan Syarif Kasim.

Azzahra, D. R., Septyanti, R. N., & Yuliani, W. (2019). Pengaruh clien-centered therapy dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa SMA. Jurnal Fokus, 2(1), 30–36. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/fokus/article/view/4174.

Corey, G. (2017). Theory And Practice Of Group Counseling, Tenth Edition. US: BROOKS/COLE.

Farawildania. (2020). Client Centered Counseling Dalam Menangani Stres Akibat Perceraian. Jurnal As-Shifa, 1(2), 118–123.

Feist. J & Feist. G. (2011). Teori Kepribadian, Theories of Personality (Buku 2 Edisi7) . Jakarta: Salemba Humanika.

.Goldman, R. N., Greenberg, L. S., & Angus, L. (2006). The effects of adding emotion focused interventions to the client-centered relationship conditions in the treatment of depression. Psychotherapy Research, 16(5), 537-549.

Hidayat, D.R. (2011). Psikologi Kepribadian Dalam Konseling. Bogor: Ghalia Indonesia.

Istiono, A. (2019, November). Person Centered Therapy Untuk Menurunkan Depresi Pada Pasien Skizoafektif. In Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin (Vol. 2, No. 1, pp. 180-191).

Kusuma, C. T. (2020). Client Centered Therapy Untuk Subjek Dewasa Dengan Gangguan Depresi Berat. Jurnal Psikologi Malahayati, 2(1), 29–35. https://doi.org/10.33024/jpm.v2i1.2427.

Misiak, H & Sexton, V, S. (2005). Psikologi fenomenologi, eksistensial, dan humanistic. Bandung: PT Refika Aditama.

Pa’o, P. A. (2019). Pendekatan client centered untuk membantu mencapai aktualiasasi diri peserta didik di SMA Negeri 1 Palangkaraya. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 49–53.

Renwarin, I. (1992). Psikologi Kepribadian, (traktat), STF.Seminari Pineleng.

Rogers, C. (1961). On becoming a person. Boston: Houghton Mifflin.

Rogers, C. R., & Freiberg, H. J. (1994). Freedom to learn (3rd ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice-Hall.

Rogers, C.R. (1965). Client-centered therapy: implications, and theory. Boston: Houghton Mifflin Company.

Romadlon, I. M. (2021). Kefektifan konseling berpusat pada pribadi untuk meningkatkan percaya diri mahasiswa. Skripsi. Jombang: Universitas Darul’ Ulum.

Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan, Model-model Kepribadian Sehat.

Subandi, M.A. (2002) Psikoterapi: Pendekatan konvensional dan Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suedi. (2016). Pengantar filsafat ilmu. Bandung: IPB Press Printing.

Suriasumantri, J. (1993). Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Suryabrata, S. (1988). Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Diterbitkan

2024-03-30

Terbitan

Bagian

Articles