Questioning Reform, Democracy and the Rule of Law in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.51353/b8n24p89Kata Kunci:
Demokrasi, Reformasi, Oligarki, Ketimpangan Ekonomi, Neoliberalisme, IndonesiaAbstrak
Peneitian ini menganalisis kemunduran demokrasi, reformasi, dan supremasi hukum di Indonesia yang ditandai dengan fenomena stagnasi serta regresi. Melalui tinjauan literatur dan analisis situasi terkini, penulis menyoroti bagaimana demokrasi Indonesia telah dibajak oleh kekuatan oligarki, plutokrat, dan kapitalisme neoliberal yang memperlebar jurang ketimpangan ekonomi dan sosial. Data menunjukkan adanya ketimpangan aset finansial dan lahan yang ekstrem, serta dominasi asing yang kuat dalam sektor sumber daya alam seperti migas dan pertambangan. Rezim reformasi, khususnya pada era Presiden Joko Widodo, dinilai gagal mewujudkan keadilan sosial karena terjebak dalam praktik neo-KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dan pelemahan etika kepemimpinan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memikul tanggung jawab besar untuk memulihkan cita-cita Proklamasi 1945 melalui penegakan hukum yang tanpa pandang bulu, penguatan masyarakat sipil, dan tata kelola ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat guna menghindari risiko negara gagal.Referensi
Aspinall, E. (2015). Democracy in Indonesia: From stagnation to regression? Dalam W. Case (Ed.), Democracy in retreat: Is Southeast Asia in danger? (Page. 1-20). ISEAS-Yusof Ishak Institute.
CNN Indonesia. (2023, 17 Juli). Jurang si kaya dan miskin di RI makin lebar Maret 2023. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230717145351-532-974471/jurang-si-kaya-dan-miskin-di-ri-makin-lebar-maret-2023
Davidson, J. S. (2019). Indonesia: Twenty years of democracy. Cambridge University Press.
Emmerson, D. K. (2001). Indonesia beyond Suharto. Gramedia.
Feith, H. (1962). The decline of constitutional democracy in Indonesia. Cornell University Press.
Fukuoka, Y., & Djani, L. (2016). Revisiting the rise of Jokowi. South East Asia Research, 24(2), 204-221.
Harvey, D. (2005). A brief history of neoliberalism. Oxford University Press.
Jackson, K. D., & Pye, L. W. (Eds.). (1978). Political power and communications in Indonesia. University of California Press.
Lev, D. S. (2009). The transition to guided democracy: Indonesian politics, 1957-1959. Equinox Singapore.
Mietzner, M. (2018). Indonesia's democratic stagnation: Anti-reformist elites and resilient civil society. Democratization, 25(3), 392-409.
Oxfam Indonesia & INFID. (2023). Laporan Oxfam Indonesia dan INFID 2023.
Robison, R. (2004). Presiden baru yang mana, pentingkah itu? Kompas.
Robison, R., & Hadiz, V. R. (2004). Reorganising power in Indonesia: The politics of oligarchy in an age of markets. Routledge.
Sahrasad, H. (2007). Berpulangnya Prof Sarbini Sumawinata, the grand oldman ekonomi kerakyatan. Jawa Pos.
Sahrasad, H. (2023). Mahasiswa, kuasa dan negara. Paramadina Graduate School of Islamic Studies-PGSI dan Freedom Foundation.
Sahrasad, H. (2023). Membangun negara hukum dan demokrasi yang kuat. Kompas.
Stiglitz, J. E. (2024). The road to freedom: Economics and the good society. Allen Lane.
Svolik, M. (2012). The politics of authoritarian rule. Cambridge University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 ratia Wing Artha, Herdi Sahrasad, Safrizal Rambe

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


