Sinergi Hak Asasi Manusia, Agama, dan Sekularisme: Telaah Etis-Kultural atas Gagasan Abdullahi A. An-Na‘Im

Authors

  • Eko Yudi Prasetyo Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Indonesia
  • Sunaryo Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51353/0ny6xv25

Keywords:

humanisme, secularism, ETIKA MODERN, Pluralisme, Pemikiran Islam

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran Abdullahi A. An-Na‘im mengenai sinergi antara hak asasi manusia (HAM), agama, dan sekularisme dalam kerangka etika publik global. Berbeda dari pendekatan dikotomis yang memperhadapkan ketiganya secara konflik, An-Na‘im menawarkan paradigma sinergi dan interdependensi yang menekankan pentingnya penguatan timbal balik antara nilai-nilai universal HAM, prinsip keadilan agama, dan sekularisme sipil yang netral terhadap semua sistem kepercayaan. Dengan menggunakan metode kualitatif normatif-filosofis, penelitian ini menganalisis konstruksi etis yang ditawarkan An-Na‘im serta relevansinya terhadap konteks sosial-politik Indonesia. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendekatan sinergis ini mampu menjadi alternatif untuk meredakan ketegangan antara hukum nasional, norma agama, dan kebebasan individu di masyarakat pluralistik. Diskursus ini diperkaya dengan gagasan sekularisasi sehat Nurcholish Madjid, prinsip overlapping consensus dari John Rawls, dan politik pengakuan dari Charles Taylor. Secara teoritis, penelitian ini memperluas wacana etika global dan filsafat agama; secara praktis, ia menawarkan model reformasi kebijakan publik berbasis pluralisme nilai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan masyarakat sipil, reformasi tafsir keagamaan, dan pengembangan pendidikan publik inklusif sebagai langkah strategis dalam membangun masyarakat yang berkeadaban.

References

Abou El Fadl, K. (2001). Speaking in God’s name: Islamic law, authority and women. Oneworld.

Abu Zayd, N. H. (2004a). Reformation of Islamic thought: A critical historical analysis. Amsterdam University Press.

Abu Zayd, N. H. (2004b). Rethinking the Qur’an: Towards a humanistic hermeneutics. Humanistics University Press.

An-Na‘im, A. A. (2008). Islam and the secular state: Negotiating the future of Shari‘a. Harvard University Press.

An-Na‘im, A. A. (2003). The synergy and interdependence of human rights, religion, and secularism. In J. Runzo, N. M. Martin, & A. Sharma (Eds.), Human rights and responsibilities in the world religions (pp. 27–50). Oneworld Publications.

Baubérot, J. (2004). Secularism and religious freedom: The French case. Brigham Young University Law Review, 2004(2), 451–465.

Bhargava, R. (2006). Political secularism: Why it is needed and what can be learned from its Indian version. Ethnicities, 6(1), 105–132. https://doi.org/10.1177/1468796806061080

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and method (2nd rev. ed.). Continuum.

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.

Kaelan. (2010). Metode penelitian kualitatif interdisipliner. Paradigma.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (n.d.). Laporan tahunan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Komnas HAM RI.

Madjid, N. (1994). Kehampaan spiritual dan kekosongan moral dalam kehidupan modern. Paramadina.

Madjid, N. (1995). Pluralitas agama: Sebuah keniscayaan. Paramadina.

Madjid, N. (1998). Islam, kemodernan dan keindonesiaan. Mizan.

Neiman, S. (2008). Moral clarity: A guide for grown-up idealists. Houghton Mifflin.

Nussbaum, M. C. (2000). Women and human development: The capabilities approach. Cambridge University Press.

Nussbaum, M. C. (2011). Creating capabilities: The human development approach. Harvard University Press.

Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. University of Chicago Press.

Rawls, J. (1993). Political liberalism. Columbia University Press.

Sharma, A. (2003). The religious perspective: Dignity as a foundation for human rights discourse. In J. Runzo, N. M. Martin, & A. Sharma (Eds.), Human rights and responsibilities in the world religions (pp. 67–78). Oneworld Publications.

Taylor, C. (1994). The politics of recognition. In A. Gutmann (Ed.), Multiculturalism: Examining the politics of recognition (pp. 25–73). Princeton University Press.

United Nations. (1948). Universal Declaration of Human Rights.

United Nations. (1966). International Covenant on Civil and Political Rights.

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Sinergi Hak Asasi Manusia, Agama, dan Sekularisme: Telaah Etis-Kultural atas Gagasan Abdullahi A. An-Na‘Im. (2024). Jurnal Peradaban, 4(1), 51-63. https://doi.org/10.51353/0ny6xv25